S2 di Hongdae

Jumat Malam bersama Profesor

Jumat malam, saya dan Profesor berusaha menyelesaikan controller (kedua, masya Allah) untuk set aparatus penelitian saya. “Padahal sebenarnya controller ini tidak butuh-butuh amat untuk tujuan utama penelitian kita,” ujarnya di tengah kesibukan menyolder sana-sini. Saya, yang udah kepengen pulang tapi dirahan-tahan disuruh menyelesaikan controller itu tentu saja terperanjat. “Tapi saya suka sekali membuat benda-benda seperti… Continue reading Jumat Malam bersama Profesor

Being Human

Empat Jam di Ruang Tunggu Kedutaan

Penuh dengan wajah-wajah kuatir yang seakan diburu waktu. Seakan bencana menanti jika mereka pulang sedikit terlambat. Tangan yang terluka terbungkus perban. Tangan yang mengelupas terbakar matahari. Bekerja di pabrik. Operator mesin. Terbang jauh dari kenyamanan demi tersedianya cukup makanan di rumah. Tergagap menghadapi komputer. Termangu mendengar bahasa Inggris. Tidak tahu alamat email sendiri. Bagaimana bisa… Continue reading Empat Jam di Ruang Tunggu Kedutaan