Being Human

94:5 For indeed, with hardship [will be] ease.

Beberapa hari yang lalu saya baru saja menonton video Tafsir Al-Mishbah oleh M. Quraish Shihab (hasil copy dari DVD, hahahaha) yang membahas surat Al-Insyirah. Video itu awalnya dibeli satu set lengkap seluruh surah Al-Qur’an oleh om saya, yang kemudian sebagian besar ditinggal di rumah saya, Entah kenapa.

Mungkin karena dia mendengar bahwa Pak Quraish Shihab kabarnya syiah. Pak Quraish Shihab kabarnya liberal. Saya sendiri tidak tahu. Yang saya tahu, lepas dari apakah Pak Quraish Shihab sunni, syiah, liberal, maupun konservatif, tafsirnya mengenai QS. Al-Insyirah ini nilainya (menurut saya) universal dan bisa diaplikasikan oleh siapapun yang menganut ideologi apapun.

Yokshi, al-Quran memang universal.

94:5 For indeed, with hardship [will be] ease.

94:5

Pak Quraish Shihab bilang bahwa kata ‘usr (hardship) diberi alif-lam (menjadi al-‘usr) yang kurang lebih dalam bahasa Inggris menjadi ‘the hardship’. Kesulitan yang spesifik, karena diberi pronoun. Kesulitan yang itu saja. Sementara kata yusr (ease) tidak diberi alif-lam sehingga maknanya umum.

94:6 Indeed, with hardship [will be] ease.

94:6

Penambahan ayat kedua berupa penekanan ini baru menjelaskan dalamnya makna pronoun alif-lam ini (kurang lebih). Lagi-lagi kesulitan disebut al-‘usr (the hardship) sementara kemudahan disebut yusr (ease) saja.

Artinya, kata Pak Quraish Shihab, dalam sebuah (satu) kesulitan, setidaknya terdapat dua kemudahan yang berbeda. Keberadaannya tidak selalu persis pada waktu yang bersamaan, namun implikasi dari disebutkannya kedua kata ini secara bersamaan adalah bahwa jarak waktunya tidak jauh berbeda satu sama lain.

Dalam satu jangka waktu yang pendek, senantiasa ada lebih banyak kemudahan dari Allah kepada kita daripada kesulitan.

Bagaimana cara mendapatkan kemudahan ini?

94:7 So when you have finished [your duties], then stand up [for worship].

94:7

Dalam terjemahan di atas memang secara umum disebutkan bahwa berdiri-nya ini adalah untuk berdoa. Namun, Pak Quraish Shihab menyatakan bahwa implikasi yang jelas adalah bahwa Allah tidak menganjurkan kita untuk bersantai-santai. Setelah satu urusan selesai, segera kerjakan yang lain, jangan berhenti untuk berleha-leha, walaupun sejenak.

Ayat inilah yang membuat saya berpikir bahwa orang-orang Asia Timur mengamalkan al-Quran lebih baik daripada Muslim itu sendiri. Hmm.

Jangan berleha-leha. Stay hungry, stay foolish. Jangan biarkan umur terbuang sia-sia.

Inilah kunci untuk mendapatkan kemudahan yang banyak, despite of many hardships.

94:8 And to your Lord direct [your] longing.

94:8

Dan dengan meniatkan segalanya karena Dia, maka hati ini akan tenang, kerja keras tidak akan terasa berat, dan kerinduan apapun akan segera berbalas.

Semangat untuk semua yang sedang berjuang mengejar mimpi masing-masing~~ Mari bekerja dengan keras, lalu beristirahat dalam panjatan doa kepada-Nya.

Meh. No time to beautify. Aaargh I was a writer back then… T.T

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s