Pengabdian Masyarakat

KM ITB: Duduk dan Diskusi Bersama Keluarga Lebak Siliwangi

Selain sebagai tempat penggemblengan mahasiswa-mahasiswa menjadi lulusan terbaik untuk bangsa, sesungguhnya ITB juga merupakan bagian dari Kota Bandung, lebih spesifiknya adalah lingkungan Kelurahan Lebak Siliwangi. Hubungan mahasiswa dan lingkungan masyarakat setempat pernah sangat harmonis, namun saat ini keharmonisan itu seakan telah usang dan merenggang seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu Keluarga Mahasiswa (KM) ITB mengadakan forum silaturahmi pada Minggu (04/12/11) yang mempertemukan sebanyak mungkin elemen warga Lebak Siliwangi, mulai dari pemerintah setempat, pihak rektorat, Salman, maupun mahasiswa sendiri.

Diadakan di lapangan basket Campus Center (CC) Barat, forum ini dihadiri oleh Nursomadin (Lurah Lebak Siliwangi), Iwan (Ketua RW 3), Pak Fediyanto (Ketua RW 4 sekaligus ketua Forum Ganesha), Dr. Wedyanto (Direktur bidang Sarana dan Prasarana ITB), Prof. Satria Bijaksana (perwakilan Salman), Febri Budiarto (alumnus Sains dan Teknologi Farmasi 2005) sebagai mantan Ketua RT semasa mahasiswa, serta para mahasiswa yang digawangi oleh Presiden KM ITB, Tizar Bijaksana.

Banyak yang belum mengetahui bahwa wilayah ITB merupakan bagian dari Kelurahan Lebak Siliwangi. Kelurahan ini terdiri dari 6 RW (di mana ITB masuk ke dalam wilayah RW 3). Dari kelurahan yang memiliki luas 100 hektar ini, wilayah ITB sendiri adalah sebesar 36 hektar. Penduduknya tercatat sebanyak 1086 KK (4422 jiwa). Jumlah penduduk ini belum termasuk penduduk-penduduk temporer yang tidak tercatat sebagai penduduk tetap, termasuk di dalamnya belasan ribu mahasiswa ITB yang berkegiatan setiap hari di lingkungan kampus.

Sayangnya, interaksi yang terjadi antara mahasiswa ITB dengan masyarakat di sekitar kampus hanya berkisar pada interaksi transaksional seperti membeli makan, fotokopi, maupun parkir. Tidak ada interaksi kultural yang menunjukkan kedekatan mahasiswa dengan masyarakat. Padahal salah satu inti kegiatan pendidikan tinggi yang diabadikan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian masyarakat.

Fediyanto sebagai Ketua Forum Ganesha dan juga sebagai warga masyarakat yang telah lama bermukim di wilayah Ganesha menyatakan bahwa dulu hubungan mahasiswa dan masyarakat sangat harmonis. Dalam kerja bakti mingguan yang diadakan warga, selalu ada partisipasi dari mahasiswa ITB. Begitu pula dengan DKM (Dewan Kesejahteraan Masjid) di lingkungan masyarakat setempat, dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswa ITB yang membantu anak-anak belajar agama dan ilmu pengetahuan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kedekatan ini makin renggang.

Tinggal dan berkegiatan di lingkungan yang sama, Lebak Siliwangi, menjadi sangat wajar bagi warganya untuk memahami permasalahan bersama dan mengatasinya bersama-sama. Namun hingga saat ini rasanya warga kampus Ganesha ini terkesan tidak acuh dan angkuh sendiri sebagai menara gading. Tidak ada usaha berarti dalam menyikapi permasalahan kemacetan jalan akibat kendaraan yang parkir sembarangan, kotoran kuda di lingkungan Jalan Gelap Nyawang dan Jalan Ganesha yang mengganggu lingkungan, apalagi permasalahan penduduk Lebak Siliwangi yang 20%-nya masih berstatus miskin. Mahasiswa hanya hilir-mudik.

Memang tidak semua mahasiswa seperti itu. Masih ada juga yang melakukan usaha-usaha demi kepentingan masyarakat seperti Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik (HMFT) yang menyediakan tempat-tempat sampah gratis di lingkungan Lebak Siliwangi, yang kemudian mengolah sampah-sampah yang terkumpul tersebut. Lalu, ada yang ikut membersihkan dan menata taman di SD Pelesiran (PM TK 2010) dan ada juga yang memberikan alat permainan anak di RT 8 (IMA-G), dan lain-lain. Masih ada yang menjawab kerinduan warga akan kedekatan mereka dahulu dengan para mahasiswa, sebagaimana yang dikatakan oleh Fediyanto.

Kerinduan ini tidak hanya interaksi harian yang saat ini memang sudah banyak berkurang akibat sedikitnya mahasiswa yang tinggal di wilayah Lebak Siliwangi (makin banyak yang di Cisitu, Ciumbuleuit, maupun Tubagus Ismail), namun juga interaksi-interaksi ketika mahasiswa mengadakan kegiatan-kegiatan kesenian. Fediyanto mengundang para mahasiswa untuk melakukan latihan di lingkungan masyarakat, karena sesungguhnya masyarakat sangat tertarik dengan kegiatan-kegiatan ini. Dalam acara-acara besar pun masyarakat menanti untuk berpartisipasi. Bagaimanapun, kampus ITB memang akan tetap menjadi kebanggaan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Mari menjadi warga masyarakat yang baik. Tidak harus menunggu lulus, karena saat ini pun kita sudah menjadi bagiannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s